Lamongan, 21 Juli 2025 — Komitmen untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan kembali ditunjukkan oleh Madrasah Ibtidaiyah Unggulan Sabilillah (MIUS) Lamongan. Dalam upaya memperluas wawasan global dan meningkatkan kompetensi bahasa asing siswa, MIUS menghadirkan guru tamu dari Kanada, Mrs. Joanie Martineau, untuk mengajar langsung menggunakan pendekatan Cambridge Curriculum kepada seluruh peserta didik, dengan fokus utama pada siswa program Excellent Class.

Acara pembukaan program ini berlangsung khidmat dan meriah di aula MIUS pada Senin pagi (21/7). Suasana penuh semangat terpancar dari raut wajah seluruh siswa, guru, serta tamu undangan yang hadir. Kegiatan diawali dengan penampilan tarian daerah oleh siswa-siswi MIUS, yang menggambarkan kekayaan budaya Indonesia. Momen haru pun terasa saat seluruh peserta menyanyikan lagu nasional “Tanah Airku” secara bersama-sama, menggugah rasa cinta tanah air di tengah nuansa internasional.

Mrs. Joanie Martineau dijadwalkan akan berada di MIUS selama dua pekan, memberikan pembelajaran langsung kepada siswa dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan. Kurikulum Cambridge yang diadopsi merupakan kurikulum internasional dari University of Cambridge, Inggris, yang menekankan pada pengembangan keterampilan bahasa Inggris, pemikiran kritis, serta pembelajaran aktif.

Dalam sesi wawancara, Mrs. Martineau menyampaikan kesan pertamanya terhadap MIUS. Ia mengaku sangat senang bisa bergabung di lingkungan madrasah yang hangat dan penuh semangat. “Saya melihat antusiasme luar biasa dari para siswa di sini. Saya akan mengajar dengan cara yang menyenangkan, bernyanyi, bermain, dan berinteraksi langsung dalam Bahasa Inggris. Anak-anak akan belajar dengan cara yang gembira dan alami,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Program ini merupakan salah satu bentuk kontribusi MIUS dalam mendukung arah kebijakan pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045, dengan mempersiapkan generasi muda yang unggul secara akademik, cakap berbahasa asing, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.

Dengan program ini, MIUS kembali membuktikan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan global dengan tetap berpijak pada nilai luhur budaya bangsa.