Seleksi Santri Tahfidzul Qur’an MI Unggulan Sabilillah Lamongan Tahun Pelajaran 2026/2027

Lamongan, 25 Juli 2026 – MI Unggulan Sabilillah Lamongan kembali menyelenggarakan Seleksi Santri Tahfidzul Qur’an Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Sabtu, 25 Juli 2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari program unggulan madrasah ini diikuti oleh 50 peserta dari berbagai jenjang kelas yang memiliki semangat tinggi untuk menjadi bagian dari Program Tahfidzul Qur’an MI Unggulan Sabilillah Lamongan. Melalui proses seleksi yang objektif dan terukur, sebanyak 36 peserta berhasil dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pembinaan tahfidz secara intensif selama Tahun Pelajaran 2026/2027.

Seleksi ini menjadi salah satu bentuk komitmen MI Unggulan Sabilillah Lamongan dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Dengan sistem penilaian yang disusun secara profesional oleh Tim Tahfidz, setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an sesuai jenjang masing-masing.

Proses Seleksi Berlangsung Objektif dan Penuh Semangat

Setelah seluruh peserta mengikuti pembukaan dan menerima pengarahan dari Ketua Tahfidz MI Unggulan Sabilillah Lamongan, proses seleksi dimulai sesuai jadwal yang telah disusun oleh panitia. Para peserta dipanggil secara bergantian menuju ruang ujian berdasarkan kelompok kelas agar pelaksanaan seleksi berjalan tertib, nyaman, dan kondusif. Setiap ruang seleksi didampingi oleh tim penguji yang terdiri atas guru-guru Tahfidz berpengalaman yang telah memiliki kompetensi dalam bidang tahsin dan tahfidz Al-Qur’an.

Sebelum memasuki ruang ujian, peserta diberikan waktu beberapa menit untuk mempersiapkan diri. Sebagian besar siswa tampak memanfaatkan waktu tersebut dengan membaca Al-Qur’an, mengulang hafalan, dan memperbanyak doa agar diberikan kelancaran selama mengikuti seleksi. Tidak sedikit pula orang tua yang turut memberikan motivasi kepada putra-putrinya dari luar ruang ujian, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kekeluargaan.

Panitia memastikan seluruh proses seleksi berlangsung secara adil tanpa membedakan latar belakang peserta. Setiap siswa memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Seluruh aspek penilaian telah disusun menggunakan rubrik yang jelas sehingga hasil seleksi benar-benar didasarkan pada kemampuan masing-masing peserta.

Mekanisme Seleksi Kelas I dan II

Untuk peserta didik kelas I dan II, metode seleksi difokuskan pada kemampuan membaca dan menghafalkan surat-surat yang telah dipelajari sebelumnya. Peserta diminta membaca beberapa surat pilihan di hadapan tim penguji dengan memperhatikan kelancaran hafalan, ketepatan makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, kefasihan membaca, serta adab ketika membaca Al-Qur’an.

Dalam proses penilaian, setiap surat memiliki bobot nilai yang berbeda. Surat yang lebih panjang atau memiliki tingkat kesulitan bacaan yang lebih tinggi memperoleh bobot penilaian yang lebih besar dibandingkan surat-surat pendek. Sistem tersebut diterapkan agar kemampuan peserta dapat dinilai secara lebih proporsional sesuai tingkat penguasaan hafalan yang dimiliki.

Selain kelancaran membaca, para penguji juga memperhatikan sikap peserta selama mengikuti seleksi. Cara memegang mushaf, adab sebelum memulai bacaan, ketenangan ketika membaca, hingga kesungguhan dalam menjawab setiap arahan dari penguji menjadi bagian dari penilaian karakter yang tidak kalah penting. Hal tersebut sejalan dengan tujuan Program Tahfidz yang tidak hanya membentuk kemampuan menghafal, tetapi juga menanamkan kecintaan dan penghormatan terhadap Al-Qur’an.

Tantangan Hafalan Baru untuk Kelas II hingga VI

Berbeda dengan peserta kelas I dan II, peserta kelas II hingga kelas VI mengikuti seleksi dengan metode hafalan baru. Setiap peserta menerima selembar potongan ayat Al-Qur’an sepanjang kurang lebih tiga baris yang dibagikan langsung di ruang seleksi. Ayat tersebut belum pernah diinformasikan sebelumnya sehingga peserta benar-benar diuji kemampuan menghafal dalam waktu singkat.

Setelah menerima potongan ayat, peserta diberikan waktu sekitar lima menit untuk membaca, memahami, dan menghafalkan ayat tersebut. Selama waktu yang tersedia, suasana ruang seleksi tampak begitu tenang. Para peserta membaca ayat secara perlahan, mengulanginya beberapa kali, dan berusaha mengingat susunan kalimat beserta hukum tajwidnya.

Lima menit yang diberikan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. Mereka dituntut memiliki konsentrasi tinggi, daya ingat yang baik, serta ketelitian dalam memperhatikan setiap lafaz Al-Qur’an. Meskipun demikian, seluruh peserta terlihat berusaha maksimal dan tidak menyerah hingga waktu menghafal berakhir.

Setelah waktu selesai, mushaf dikumpulkan dan peserta diminta menyetorkan hafalan di hadapan tim penguji tanpa melihat teks. Penguji kemudian memberikan beberapa pertanyaan lanjutan, seperti melanjutkan bacaan pada ayat berikutnya atau mengulang bagian tertentu apabila terdapat kesalahan. Cara tersebut dilakukan untuk mengetahui tingkat ketelitian serta kekuatan hafalan peserta.

Penilaian Menyeluruh

Tim Tahfidz menjelaskan bahwa proses seleksi tidak hanya berfokus pada jumlah ayat yang berhasil dihafalkan. Penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting, di antaranya kelancaran membaca, ketepatan tajwid, kefasihan makharijul huruf, kemampuan menghafal, daya konsentrasi, sikap selama mengikuti seleksi, serta potensi peserta untuk mengikuti pembinaan tahfidz secara intensif.

Dengan sistem penilaian tersebut, hasil seleksi diharapkan mampu memberikan gambaran yang objektif mengenai kesiapan setiap peserta. Madrasah tidak hanya mencari siswa yang telah memiliki hafalan banyak, tetapi juga peserta yang menunjukkan semangat belajar, kedisiplinan, dan komitmen tinggi untuk terus meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.

Motivasi dari Ketua Tahfidz

Di sela-sela pelaksanaan seleksi, Zainul Arifin, S.Pd., selaku Ketua Tahfidz MI Unggulan Sabilillah Lamongan, kembali memberikan motivasi kepada peserta yang sedang menunggu giliran ujian. Beliau mengingatkan bahwa setiap proses belajar membutuhkan kesabaran, keistiqamahan, dan niat yang ikhlas.

Beliau menegaskan bahwa Program Tahfidz bukan sekadar mengejar target jumlah hafalan, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki akhlak mulia, disiplin, dan cinta terhadap Al-Qur’an.

“Anak-anak yang hari ini mengikuti seleksi adalah anak-anak pilihan yang memiliki semangat luar biasa untuk belajar Al-Qur’an. Apa pun hasilnya nanti, jangan pernah berhenti membaca, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an. Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam setiap langkah kehidupan kalian,” pesan beliau.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua yang telah memberikan dukungan penuh kepada putra-putrinya. Menurutnya, keberhasilan seorang penghafal Al-Qur’an tidak terlepas dari peran keluarga yang senantiasa memberikan motivasi, mengingatkan untuk murojaah, serta menciptakan lingkungan rumah yang mendukung kebiasaan membaca Al-Qur’an.

Antusiasme Peserta dan Orang Tua

Pelaksanaan seleksi berlangsung dengan suasana yang tertib dan penuh semangat. Meskipun harus menunggu giliran, para peserta tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka saling menyemangati satu sama lain dan memanfaatkan waktu untuk terus mengulang hafalan.

Sementara itu, para wali murid tampak setia menunggu di luar ruang seleksi sambil mendoakan putra-putrinya. Beberapa orang tua mengungkapkan rasa syukur karena MI Unggulan Sabilillah Lamongan terus memberikan perhatian besar terhadap pembinaan Al-Qur’an melalui Program Tahfidz yang terstruktur dan berkelanjutan.

Bagi mereka, keberadaan program ini menjadi salah satu alasan utama mempercayakan pendidikan anak di MI Unggulan Sabilillah Lamongan. Mereka berharap anak-anak tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan umum, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlakul karimah, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat yang ditunjukkan oleh seluruh peserta menjadi gambaran bahwa Program Tahfidz MI Unggulan Sabilillah Lamongan terus mendapatkan kepercayaan dan dukungan dari masyarakat. Melalui proses seleksi yang objektif, pembinaan yang terarah, serta pendampingan guru-guru tahfidz yang kompeten, madrasah optimis dapat melahirkan generasi Qur’ani yang unggul, berprestasi, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *