LDKS CSIO MI Unggulan Sabilillah Lamongan Periode 2026–2027

Membentuk Jiwa Kepemimpinan, Kerja Sama, dan Karakter Tangguh Melalui Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa

Lamongan, 2 Agustus 2026 – MI Unggulan Sabilillah Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam karakter, kepemimpinan, dan kemampuan bekerja sama melalui penyelenggaraan Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa (LDKS) CSIO MI Unggulan Sabilillah Lamongan Periode 2026–2027.

Kegiatan yang mengusung tema “Team Work, Empathy Development, Trust Building, Responsibility & The Art of Leadership” ini dilaksanakan selama dua hari satu malam, pada 1–2 Agustus 2026, bertempat di Asriloka Wonosalam, Kabupaten Jombang. Sebanyak 50 peserta yang merupakan calon pengurus CSIO MI Unggulan Sabilillah Lamongan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan didampingi oleh 10 guru pendamping.

LDKS menjadi salah satu program pembinaan karakter yang dirancang secara khusus untuk mempersiapkan calon pemimpin muda yang memiliki integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta jiwa kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Seluruh kegiatan dikemas secara interaktif melalui kombinasi pelatihan di dalam ruangan, permainan edukatif, simulasi kepemimpinan, refleksi diri, hingga aktivitas luar ruangan yang menantang.

Memulai Perjalanan Kepemimpinan

Sabtu pagi, 1 Agustus 2026, suasana MI Unggulan Sabilillah Lamongan sudah tampak ramai sejak pukul 06.00 WIB. Para peserta hadir dengan mengenakan seragam yang telah ditentukan serta membawa perlengkapan pribadi untuk mengikuti kegiatan selama dua hari satu malam.

Panitia melakukan registrasi sekaligus pengecekan kelengkapan administrasi dan perlengkapan peserta. Guru pendamping memastikan seluruh siswa berada dalam kondisi sehat dan siap mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Antusiasme tampak jelas dari wajah para peserta. Meskipun sebagian baru pertama kali mengikuti pelatihan kepemimpinan di luar lingkungan sekolah, semangat mereka untuk belajar dan memperoleh pengalaman baru begitu tinggi.

Setelah seluruh peserta berkumpul, rombongan berangkat menuju Asriloka Wonosalam sekitar pukul 07.30 WIB menggunakan kendaraan yang telah disiapkan. Sepanjang perjalanan, suasana penuh keakraban mulai terjalin. Para peserta saling mengenal, berbincang, dan membangun komunikasi yang nantinya menjadi bekal penting dalam mengikuti berbagai tantangan selama pelatihan.

Pembukaan Resmi di Asriloka Wonosalam

Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di lokasi kegiatan dan berkumpul di pendopo utama Asriloka Wonosalam. Setelah diberikan waktu untuk beristirahat sejenak, seluruh peserta mengikuti Opening Ceremony sebagai tanda dimulainya LDKS CSIO MI Unggulan Sabilillah Lamongan Periode 2026–2027.

Acara pembukaan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan, alih otoritas kegiatan kepada tim trainer, serta perkenalan seluruh peserta, guru pendamping, dan fasilitator dari Team Aswo yang bertugas mendampingi pelaksanaan pelatihan.

Dalam sambutannya, pihak madrasah menyampaikan bahwa LDKS bukan sekadar kegiatan luar kelas, tetapi merupakan bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu mengenali potensi diri, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta memahami arti penting kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan dan keteladanan.

Peserta juga diberikan penjelasan mengenai tujuan kegiatan, tata tertib selama pelatihan, serta pentingnya menjaga kedisiplinan, keselamatan, dan kerja sama selama berada di lokasi kegiatan.

Ice Breaking dan Pembentukan Tim

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi conditioning dan ice breaking yang dipandu secara interaktif oleh Team Aswo. Berbagai permainan ringan diberikan untuk mencairkan suasana sekaligus menghilangkan rasa canggung di antara peserta.

Gelak tawa terdengar hampir di setiap sudut pendopo ketika peserta mengikuti permainan yang mengharuskan mereka saling berinteraksi, bekerja sama, serta mengenal karakter teman-temannya. Melalui aktivitas sederhana tersebut, peserta mulai belajar bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh komunikasi yang baik dan rasa saling percaya.

Selanjutnya peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diminta menentukan nama tim, membuat yel-yel, memilih ketua kelompok, serta menyusun strategi untuk menghadapi seluruh tantangan yang akan diberikan selama pelatihan.

Kegiatan ini menjadi latihan awal dalam membangun komunikasi, pembagian tugas, dan pengambilan keputusan secara musyawarah.

Rolling Game: Belajar Kepemimpinan Melalui Pengalaman

Memasuki sesi utama, peserta mengikuti berbagai Rolling Game yang telah dirancang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama.

Permainan pertama, Rotan Race, mengajak setiap kelompok menyelesaikan tantangan dengan memanfaatkan alat sederhana berupa rotan. Di balik permainan tersebut, peserta belajar bahwa setiap anggota memiliki peran yang sama pentingnya. Tanpa koordinasi yang baik, target yang telah ditentukan tidak akan tercapai.

Instruktur terus memberikan arahan agar peserta mampu membangun komunikasi yang efektif, menyusun strategi, serta saling mendukung ketika menghadapi kesulitan.

Tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik, permainan ini juga melatih kemampuan berpikir, kesabaran, dan pengambilan keputusan dalam waktu singkat.

Permainan berikutnya, Tower Building, menjadi tantangan yang tidak kalah menarik. Setiap kelompok diminta membangun sebuah menara menggunakan peralatan yang telah disediakan. Selama proses berlangsung, peserta dituntut untuk membagi tugas, menentukan strategi, serta memilih pemimpin yang mampu mengarahkan seluruh anggota tim.

Beberapa kelompok mengalami kegagalan pada percobaan pertama. Namun para fasilitator justru mengajak peserta mengambil pelajaran dari setiap kesalahan yang terjadi. Mereka diajarkan bahwa seorang pemimpin tidak boleh menyerah ketika menghadapi kegagalan, melainkan harus mampu mengevaluasi, memperbaiki strategi, dan bangkit kembali bersama timnya.

Nilai inilah yang menjadi salah satu tujuan utama penyelenggaraan LDKS, yaitu membangun karakter pantang menyerah, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi tantangan dengan sikap positif.

Istirahat dan Penguatan Kebersamaan

Menjelang siang, peserta beristirahat untuk melaksanakan salat berjamaah dan makan siang bersama. Momen ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antaranggota kelompok maupun dengan guru pendamping.

Setelah beristirahat, kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi Rolling Game II yang menghadirkan tantangan baru dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Setiap permainan dirancang agar peserta mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, serta kepemimpinan dalam situasi yang berbeda-beda.

Suasana pelatihan berlangsung penuh semangat. Sorak-sorai penyemangat terdengar dari setiap kelompok ketika berhasil menyelesaikan tantangan. Meski berkompetisi, seluruh peserta tetap menunjukkan sikap sportif, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan.

LDKS CSIO MI Unggulan Sabilillah Lamongan tidak hanya menghadirkan aktivitas yang menyenangkan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang efektif untuk membentuk karakter peserta didik. Setiap permainan memiliki makna dan filosofi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam organisasi maupun kehidupan di lingkungan madrasah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *