
Melalui program FLA, siswa diajak memahami demokrasi, kepemimpinan, dan peran lembaga legislatif secara langsung
Lamongan, 6 Oktober 2026 – Belajar tentang pemerintahan tidak selalu harus melalui buku pelajaran. Bagi siswa kelas 6 MI Unggulan Sabilillah Lamongan, pembelajaran tentang demokrasi dan pemerintahan hadir melalui pengalaman langsung dalam kegiatan FLA (Fun Learning Activities).
Pada Selasa, 6 Oktober 2026, siswa kelas 6 MI Unggulan Sabilillah Lamongan mengikuti kegiatan kunjungan edukatif ke Kantor DPRD Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual, dengan mempertemukan materi yang dipelajari di sekolah dengan lingkungan pemerintahan secara langsung.
Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lebih dekat salah satu lembaga penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tidak hanya sekadar berkunjung, kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman yang mampu membuka wawasan siswa mengenai demokrasi, kepemimpinan, tanggung jawab, serta kehidupan bermasyarakat.
Belajar Demokrasi dari Lingkungan Nyata
Bagi siswa kelas 6, pembahasan mengenai pemerintahan dan kehidupan berbangsa merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Namun, memahami konsep tersebut tentu akan terasa berbeda ketika siswa mendapatkan kesempatan melihat langsung lingkungan yang berkaitan dengan pemerintahan.
Melalui kunjungan ke DPRD Kabupaten Lamongan, siswa dapat memperoleh gambaran bahwa pemerintahan bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan masyarakat. Berbagai kebijakan dan keputusan yang berkaitan dengan masyarakat lahir melalui proses yang melibatkan lembaga pemerintahan serta para pemangku kepentingan.
Pengalaman tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal nilai-nilai seperti musyawarah, tanggung jawab, kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Konsep yang sebelumnya dipelajari secara teoritis di dalam kelas dapat diperkenalkan melalui pengalaman nyata.
Inilah semangat utama FLA MI Unggulan Sabilillah Lamongan: membawa siswa keluar dari rutinitas kelas untuk menemukan pembelajaran di dunia nyata.
Menumbuhkan Rasa Ingin Tahu Siswa
Kunjungan edukatif juga menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu peserta didik.
Berada di lingkungan DPRD tentu menghadirkan suasana yang berbeda dengan sekolah. Siswa dapat mengamati bangunan, lingkungan kerja, serta aktivitas yang ada di dalamnya.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat memunculkan berbagai pertanyaan dalam benak anak.
Apa tugas DPRD? Siapa saja yang bekerja di dalamnya? Bagaimana wakil rakyat menyampaikan aspirasi masyarakat? Bagaimana sebuah keputusan dibahas? Mengapa musyawarah penting dalam kehidupan bersama?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam proses belajar.
Anak tidak hanya menerima jawaban dari guru, tetapi mulai membangun rasa ingin tahu berdasarkan apa yang mereka lihat dan alami.
Dengan demikian, kunjungan ini bukan sekadar perjalanan keluar sekolah, melainkan menjadi laboratorium pembelajaran sosial bagi peserta didik.
FLA Menghadirkan Pembelajaran yang Lebih Bermakna
Program Fun Learning Activities (FLA) dirancang sebagai salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.
Belajar melalui pengalaman memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Mereka dapat melihat, mendengar, mengamati, dan merasakan suasana lingkungan yang sebelumnya mungkin hanya mereka kenal melalui buku atau penjelasan guru.
MI Unggulan Sabilillah Lamongan terus berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga membangun karakter dan wawasan peserta didik.
Melalui FLA, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar tentang dunia yang lebih luas.
Setiap kunjungan memiliki pesan pendidikan tersendiri. Kunjungan ke rumah sakit dapat mengenalkan dunia kesehatan, kunjungan ke lingkungan militer dapat mengenalkan kedisiplinan, sedangkan kunjungan ke lembaga pemerintahan seperti DPRD dapat memperkenalkan kehidupan demokrasi dan kepemimpinan.
Dari Pengalaman Menuju Karakter
Ada nilai lain yang tidak kalah penting dalam kegiatan seperti ini, yaitu pembentukan karakter.
Selama mengikuti kunjungan, siswa dituntut untuk menjaga sikap, menaati arahan guru, menghargai lingkungan, serta menunjukkan perilaku yang baik.
Mereka belajar bahwa berada di luar sekolah tetap membutuhkan tanggung jawab.
Kedisiplinan sejak keberangkatan, ketepatan waktu, menjaga barang bawaan, hingga menjaga sikap selama berada di tempat kunjungan merupakan bagian dari pembelajaran karakter.
Hal-hal sederhana tersebut menjadi kebiasaan yang penting untuk dibangun sejak dini.
Karakter tidak hanya dibentuk melalui nasihat, tetapi juga melalui pengalaman yang dilakukan secara berulang dalam kehidupan sehari-hari.
Pagi Dimulai dengan Persiapan
Rangkaian kegiatan FLA kelas 6 dimulai dengan persiapan peserta didik pada pagi hari.
Sesuai informasi kegiatan, siswa berkumpul di Masjid Agung Lamongan, pintu selatan, pada pukul 07.30 WIB.
Para siswa mengenakan seragam jas hijau sebagai identitas sekolah. Mereka juga diarahkan membawa perlengkapan yang diperlukan, termasuk alat salat, alat tulis, dan tumbler air minum.
Persiapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan FLA tidak hanya memperhatikan aspek pembelajaran, tetapi juga pembiasaan kepada siswa untuk mempersiapkan kebutuhan sebelum melakukan sebuah aktivitas.
Setelah seluruh peserta berkumpul dan siap, perjalanan dilanjutkan menuju lokasi kegiatan, yaitu Kantor DPRD Kabupaten Lamongan.
Mengenal Lingkungan DPRD Kabupaten Lamongan
Sesampainya di lokasi, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan DPRD Kabupaten Lamongan.
Bagi sebagian siswa, pengalaman ini tentu menjadi sesuatu yang menarik. Mereka dapat melihat secara langsung tempat para wakil rakyat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Kegiatan kunjungan seperti ini juga memberikan gambaran bahwa sebuah daerah memiliki sistem pemerintahan yang berjalan melalui berbagai lembaga dengan tugas masing-masing.
Siswa dikenalkan pada pentingnya kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab dalam menjalankan sebuah organisasi maupun lembaga.
Nilai tersebut sangat relevan dengan kehidupan siswa di sekolah.
Dalam lingkungan kelas pun, mereka harus belajar bekerja sama, menghargai pendapat teman, menjalankan tanggung jawab, dan menyelesaikan persoalan melalui komunikasi yang baik.
Dengan begitu, pembelajaran dari kunjungan tersebut tidak berhenti di lingkungan DPRD, tetapi dapat diterapkan kembali dalam kehidupan sekolah.
Mengenalkan Demokrasi Sejak Bangku Madrasah
Salah satu nilai penting yang dapat diperoleh melalui kunjungan ini adalah pengenalan terhadap demokrasi sejak usia dini.
Demokrasi bukan hanya tentang pemilihan pemimpin. Lebih luas dari itu, demokrasi mengajarkan seseorang untuk menghargai pendapat, mendengarkan orang lain, bermusyawarah, menerima perbedaan, serta bertanggung jawab atas keputusan yang telah disepakati.
Nilai-nilai tersebut sangat penting ditanamkan sejak sekolah dasar.
Ketika anak terbiasa berdiskusi dan menghargai pendapat teman, mereka sedang belajar menjadi bagian dari masyarakat yang demokratis.
Ketika mereka belajar menyelesaikan masalah melalui musyawarah, mereka sedang belajar menjadi pribadi yang mampu bekerja sama.
Dan ketika mereka belajar bertanggung jawab terhadap tugasnya, mereka sedang mempersiapkan diri menjadi generasi yang dapat dipercaya.
Mempersiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
Kegiatan FLA ke DPRD juga memiliki kaitan erat dengan pengembangan kepemimpinan.
MI Unggulan Sabilillah Lamongan tidak hanya ingin melahirkan peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan.
Kepemimpinan tidak harus dimulai dari posisi yang besar.
Seorang anak dapat belajar menjadi pemimpin melalui hal-hal sederhana: berani menyampaikan pendapat, mampu mendengarkan teman, bertanggung jawab terhadap tugas, mau membantu orang lain, dan mampu mengambil keputusan dengan bijak.
Melalui pengalaman belajar seperti kunjungan ke lembaga pemerintahan, siswa mendapatkan gambaran bahwa menjadi seorang pemimpin membutuhkan tanggung jawab yang besar.
Mereka juga belajar bahwa setiap keputusan yang diambil seorang pemimpin memiliki dampak terhadap orang lain.
Pesan tersebut menjadi bekal penting bagi siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Belajar Tidak Berhenti Ketika Kegiatan Selesai
Menariknya, pembelajaran FLA tidak harus berakhir ketika siswa meninggalkan gedung DPRD.
Pengalaman yang mereka dapatkan dapat dilanjutkan di kelas.
Guru dapat mengajak siswa berdiskusi mengenai apa yang mereka lihat, apa yang mereka pelajari, dan apa yang paling menarik selama kunjungan.
Siswa juga dapat menceritakan kembali pengalaman mereka kepada teman atau keluarga.
Dengan demikian, satu kegiatan dapat menghasilkan banyak proses pembelajaran.
Anak belajar mengingat pengalaman, menyusun cerita, menyampaikan pendapat, dan melakukan refleksi.
Inilah yang membuat pembelajaran berbasis pengalaman memiliki nilai yang kuat.
Menanamkan Semangat Menjadi Warga Negara yang Baik
Pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan anak menjadi bagian dari masyarakat.
Karena itu, mengenalkan lingkungan pemerintahan kepada siswa sejak dini merupakan langkah yang positif untuk membangun kesadaran mereka sebagai warga negara.
Anak perlu memahami bahwa kehidupan masyarakat membutuhkan aturan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian.
Mereka juga perlu memahami bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Dari lingkungan sekolah, nilai tersebut dapat dimulai.
Menjaga kebersihan, menghormati guru, membantu teman, mengikuti aturan, bermusyawarah, dan melaksanakan tanggung jawab merupakan bentuk sederhana dari pembelajaran menjadi warga masyarakat yang baik.
FLA MIUS: Menjelajah, Belajar, dan Menginspirasi
Kunjungan kelas 6 MI Unggulan Sabilillah Lamongan ke DPRD Kabupaten Lamongan menjadi salah satu contoh bagaimana pendidikan dapat dikemas secara lebih menarik.
Melalui Fun Learning Activities, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga diajak menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Dari bangku kelas menuju lingkungan pemerintahan.
Dari teori menuju pengalaman.
Dari rasa ingin tahu menuju wawasan.
Dan dari pengalaman menuju karakter.
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar MI Unggulan Sabilillah Lamongan untuk menghadirkan pendidikan yang lebih luas, relevan, dan bermakna bagi peserta didik.
Dengan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada nilai akademik, tetapi juga pengalaman, karakter, kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian sosial, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi masa depan.
Setelah rangkaian kunjungan selesai, siswa dijadwalkan dijemput di Kantor DPRD Kabupaten Lamongan pada pukul 10.30 WIB.
Namun, meskipun kegiatan berakhir, pengalaman yang dibawa pulang oleh para siswa tentu jauh lebih panjang.
Hari itu mereka tidak hanya pergi ke sebuah gedung pemerintahan.
Mereka sedang belajar memahami bagaimana sebuah masyarakat berjalan, bagaimana kepemimpinan bekerja, dan mengapa setiap orang memiliki tanggung jawab dalam kehidupan bersama.
Karena bagi MI Unggulan Sabilillah Lamongan, belajar bukan hanya tentang mengetahui sesuatu—tetapi tentang mengalami, memahami, dan menjadikannya bekal untuk tumbuh menjadi generasi unggul, berkarakter, dan siap memimpin masa depan.






