
LAMONGAN – MI Unggulan Sabilillah Lamongan kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi Qur’ani melalui kegiatan Munaqosah BTA Al Ghoffar Tahun Pelajaran 2026/2027. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ini diikuti oleh sebanyak 140 siswa yang mengikuti evaluasi kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan surah, doa harian, serta bacaan salat.
Munaqosah menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an (BTA) di MI Unggulan Sabilillah Lamongan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penguasaan siswa terhadap materi yang telah dipelajari, tetapi juga menjadi sarana evaluasi untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, memahami kaidah tajwid, serta membiasakan diri mengamalkan doa-doa harian dan bacaan salat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program BTA Al Ghoffar, MI Unggulan Sabilillah Lamongan berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghafal, tetapi juga menekankan ketepatan bacaan, pemahaman kaidah, kelancaran hafalan, dan pembiasaan ibadah. Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki landasan keagamaan yang kuat.
Pembukaan di Aula, Dilanjutkan Ujian di Ruang Penguji
Rangkaian kegiatan Munaqosah BTA Al Ghoffar diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di aula MI Unggulan Sabilillah Lamongan. Seluruh peserta mengikuti pembukaan sebagai tanda dimulainya kegiatan evaluasi kemampuan BTA yang telah mereka persiapkan melalui proses pembelajaran dan latihan sebelumnya.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kesungguhan. Sebanyak 140 siswa mengikuti rangkaian munaqosah dengan arahan agar tetap tertib, mengikuti urutan yang telah ditentukan, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi setiap tahapan pengujian.
Setelah pembukaan selesai, para peserta diarahkan memasuki ruang ujian sesuai urutan masing-masing. Pengaturan ini dilakukan agar pelaksanaan munaqosah dapat berjalan secara terstruktur dan setiap siswa memperoleh kesempatan untuk mengikuti seluruh tahapan penilaian.
Di dalam ruang ujian, peserta secara bergantian menuju tiga penguji yang memiliki bidang penilaian berbeda. Setiap siswa harus mengikuti seluruh tahapan tersebut, mulai dari kemampuan membaca Al-Qur’an beserta uraian tajwid, hafalan Juz 30, hingga penguasaan doa harian dan hafalan bacaan salat.
Sistem pengujian melalui tiga penguji ini memberikan kesempatan untuk menilai kemampuan siswa secara lebih menyeluruh. Penilaian tidak hanya berfokus pada satu aspek, tetapi mencakup keterampilan membaca, menghafal, serta penguasaan materi keagamaan yang menjadi bagian dari pembelajaran BTA Al Ghoffar.
Tiga Tahapan Pengujian untuk Mengukur Kemampuan Siswa
Dalam pelaksanaan Munaqosah BTA Al Ghoffar tahun ini, terdapat tiga bidang utama yang diujikan kepada seluruh peserta. Setiap bidang memiliki fokus penilaian tersendiri untuk melihat perkembangan kemampuan siswa dalam mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkan ajaran Islam.
1. Penguji Pertama: Membaca Al-Qur’an dan Uraian Tajwid
Pada tahap pertama, siswa diuji dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, termasuk materi yang disebut mari dalam arahan pelaksanaan kegiatan, serta uraian tajwid. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk mengetahui ketepatan bacaan, kelancaran, dan penguasaan siswa terhadap kaidah membaca Al-Qur’an.
Tajwid merupakan salah satu dasar penting dalam membaca Al-Qur’an. Oleh karena itu, siswa tidak hanya diharapkan mampu membaca ayat dengan lancar, tetapi juga mengenali dan menjelaskan kaidah tajwid sesuai materi yang telah dipelajari.
Melalui pengujian ini, kemampuan siswa dapat dievaluasi secara lebih terarah. Hasil penilaian menjadi bahan untuk mengetahui aspek yang sudah dikuasai dengan baik sekaligus bagian yang masih memerlukan latihan dan pendampingan lebih lanjut.
2. Penguji Kedua: Hafalan Juz 30
Tahapan kedua berfokus pada hafalan Juz 30. Pada bagian ini, siswa menunjukkan hasil pembelajaran hafalan surah-surah Al-Qur’an yang telah dipersiapkan selama mengikuti program BTA Al Ghoffar.
Hafalan menjadi salah satu unsur penting dalam pendidikan Al-Qur’an. Proses menghafal membutuhkan kedisiplinan, pengulangan, ketekunan, dan pendampingan yang konsisten. Melalui munaqosah, siswa memperoleh pengalaman untuk menunjukkan kemampuan hafalannya dalam situasi pengujian secara langsung.
Pengujian hafalan juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri dan melatih kesiapan siswa. Mereka belajar menghadapi tantangan dengan tenang, berusaha mengingat hafalan secara tepat, serta menunjukkan hasil latihan yang telah dilakukan.
Lebih dari sekadar mengingat ayat, pembiasaan menghafal Al-Qur’an diharapkan dapat menumbuhkan kedekatan siswa dengan kitab suci dan mendorong mereka untuk terus menjaga hafalannya setelah kegiatan munaqosah selesai.
3. Penguji Ketiga: Doa Harian dan Hafalan Bacaan Salat
Pada tahapan ketiga, siswa diuji mengenai penguasaan doa-doa harian dan hafalan bacaan salat. Materi ini memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan ibadah dan menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Doa harian menjadi bekal bagi siswa untuk membiasakan diri berdoa dalam berbagai aktivitas. Sementara itu, penguasaan bacaan salat merupakan bagian mendasar dalam membangun pelaksanaan ibadah yang baik dan benar.
Melalui pengujian tersebut, siswa didorong untuk tidak hanya menghafal materi, tetapi juga membiasakan diri mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah maupun di rumah bersama keluarga.
Ketiga tahapan pengujian tersebut saling melengkapi. Kemampuan membaca Al-Qur’an, menghafal Juz 30, dan menguasai doa harian serta bacaan salat merupakan bagian dari upaya membentuk siswa yang memiliki kecakapan keagamaan secara lebih utuh.
Munaqosah sebagai Evaluasi dan Motivasi Belajar
Pelaksanaan munaqosah bukan sekadar kegiatan untuk menguji kemampuan siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran yang dapat membantu guru melihat perkembangan setiap peserta setelah mengikuti proses pembelajaran BTA Al Ghoffar.
Melalui evaluasi yang terstruktur, capaian siswa dapat diketahui berdasarkan bidang yang diujikan. Hasil tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memberikan penguatan materi, latihan tambahan, maupun pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing siswa.
Bagi peserta, munaqosah juga memberikan pengalaman belajar yang berharga. Mereka belajar mempersiapkan diri, mengikuti aturan kegiatan, menunggu giliran dengan tertib, serta berusaha menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan penguji.
Pengalaman menghadapi pengujian secara langsung dapat membantu siswa membangun keberanian dan kepercayaan diri. Mereka juga belajar bahwa kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an membutuhkan proses yang berkelanjutan, bukan hanya persiapan menjelang ujian.
Dengan diikuti 140 siswa, kegiatan ini sekaligus memperlihatkan pentingnya pembelajaran BTA sebagai bagian dari pendidikan di MI Unggulan Sabilillah Lamongan. Pembinaan kemampuan Al-Qur’an di lingkungan madrasah diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pendidikan karakter, kedisiplinan, dan pembiasaan ibadah.
Membangun Generasi Qur’ani yang Unggul dan Berakhlakul Karimah
MI Unggulan Sabilillah Lamongan terus berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara pencapaian akademik dan pembentukan karakter Islami. Program BTA Al Ghoffar menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat kemampuan dasar keagamaan siswa.
Kegiatan Munaqosah Tahun Pelajaran 2026/2027 diharapkan dapat menjadi momentum bagi para siswa untuk semakin bersemangat dalam belajar, memperbaiki bacaan, menjaga hafalan, serta membiasakan diri melaksanakan ibadah dengan baik.
Keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an tentu membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Guru berperan dalam memberikan pengajaran dan pendampingan, sedangkan keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan belajar dan murajaah di rumah. Dukungan yang berkesinambungan akan membantu siswa mempertahankan kemampuan yang telah diperoleh dan terus meningkatkan kualitasnya.
Melalui kegiatan ini, MI Unggulan Sabilillah Lamongan berharap para siswa semakin mencintai Al-Qur’an, terbiasa membaca dan menghafalnya, serta mampu menerapkan nilai-nilai keislaman dalam perilaku sehari-hari.
Munaqosah BTA Al Ghoffar menjadi bagian dari perjalanan pendidikan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga dekat dengan Al-Qur’an, tekun beribadah, dan berakhlakul karimah.
MI Unggulan Sabilillah Lamongan — Raih Prestasi Tiada Henti.
#MIUSLamongan #MunaqosahBTAAlGhoffar #BTAAlGhoffar #PendidikanQurani #GenerasiQurani #MadrasahUnggulan #RaihPrestasiTiadaHenti







